Sirup beras merupakan pemanis alami yang terbuat dari beras. Beras biasanya difermentasi dan dipecah menjadi gula sederhana oleh enzim, yang kemudian disaring dan dipekatkan menjadi sirup. Sirup beras memiliki rasa yang lembut, rasa manis yang rendah, dan biasanya memiliki sedikit rasa malt atau kacang.
Sirup beras dapat digunakan sebagai pengganti pemanis lain, seperti madu atau sirup jagung, dan sering digunakan dalam makanan panggang, minuman, bumbu, energy bar, dll. Sirup beras tidak mengandung fruktosa, jadi merupakan pilihan yang baik bagi mereka yang ingin menghindari fruktosa. Namun, sirup beras memiliki indeks glikemik (IG) yang tinggi dan memiliki efek tertentu pada gula darah, sehingga penderita diabetes perlu mengonsumsinya dengan hati-hati.
Sirup Glukosa adalah cairan kental berwarna kuning muda atau bening yang terbuat dari pati (seperti jagung, gandum, kentang, dll.) setelah dihidrolisis secara enzimatik atau asam. Komponen utama sirup ini adalah glukosa, dan mungkin juga mengandung sejumlah kecil maltosa dan oligosakarida lainnya.
Sirup glukosa memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Kemanisan sedang: Sirup glukosa kurang manis dibandingkan sukrosa, sehingga biasanya digunakan dalam kombinasi dengan gula lain dalam pengolahan makanan.
- Mencegah kristalisasi: Sirup glukosa sering digunakan dalam pembuatan permen dan es krim karena membantu mencegah kristalisasi gula, sehingga mempertahankan tekstur lembut dan rasa halus produk.
- Retensi kelembaban yang baik: Sirup glukosa memiliki higroskopisitas yang baik dan dapat mempertahankan kelembaban dalam produk panggang dan permen untuk memperpanjang umur simpan.
- Sumber energi tinggi: Glukosa adalah sumber energi paling langsung bagi tubuh manusia, sehingga sirup glukosa juga digunakan dalam minuman olahraga dan produk suplemen energi.
Perlu diketahui bahwa sirup glukosa memiliki indeks glikemik (IG) yang tinggi dan akan cepat meningkatkan kadar gula darah, sehingga penderita diabetes atau orang yang perlu mengontrol gula darah sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsinya.
- Sirup beras: Sirup ini terutama mengandung maltosa, glukosa, dan sejumlah kecil polisakarida. Rasanya relatif ringan, dengan sedikit rasa malt atau kacang.
- Sirup glukosa: Bahan utamanya adalah glukosa, dan ada juga sejumlah kecil maltosa dan oligosakarida lainnya. Rasa manisnya lebih tunggal, lebih murni, dan kurang manis.
Perbedaan utama antara keduanya terletak pada pilihan bahan baku dan proses sakarifikasi yang berbeda. Sirup beras berbahan dasar beras dan gula yang diekstraksi melalui hidrolisis enzimatik, sedangkan sirup glukosa berbahan dasar bahan baku bertepung lainnya (seperti jagung) dan biasanya menggunakan hidrolisis asam atau hidrolisis enzimatik untuk mengekstraksi glukosa. Kedua sirup ini juga berbeda dalam hal rasa, kemanisan, tekstur, dan area aplikasi.
WUHU DELI FOODS CO.,LTD. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman ekspor dan merupakan pabrik bahan baku domestik yang terkenal. Jika Anda berminat, silakan hubungi kami.



